Dalam beberapa bulan terakhir, saya terlibat dalam pengembangan sebuah initiative yang cukup menarik: sebuah Platform AI untuk proses purchasing yang masih manual , yang kami rancang untuk membantu bisnis F&B bertransformasi dari proses operasional yang masih fragmented menjadi workflow yang lebih structured, connected, and intelligent . Project ini berawal dari assessment pada sebuah F&B Holding Group dengan beberapa outlet dan kebutuhan operasional yang cukup kompleks, termasuk outlet di Lebak Bulus, Pacific Place, dan Dago Bandung . Salah satu pain point yang kami temukan cukup familiar di banyak bisnis: ➡️ Request purchasing melalui WhatsApp ➡️ Data purchasing tersebar di Excel dan berbagai dokumen ➡️ Nama item tidak konsisten antar outlet ➡️ Proses PR → PO → Goods Receiving masih dilakukan secara manual ➡️ Data Point of Sales belum terhubung dengan proses procurement & inventory ➡️ Approval dan reconciliation membutuhkan effort yang cukup besar Yang...
"Bagaimana cara mengubah sistem autentikasi yang telah digunakan pelanggan selama bertahun-tahun, tanpa memaksa mereka mengubah kebiasaan?" Pertanyaan sederhana itulah yang menjadi awal salah satu proyek transformasi digital paling menarik yang pernah saya tangani. Sekilas, requirement bisnisnya terdengar sederhana. "Pelanggan harus bisa login menggunakan Singpass." Sebagai seorang Project Manager, saya awalnya berpikir bahwa pekerjaan ini akan berfokus pada integrasi API. Namun setelah kami mulai mempelajari proses bisnis, struktur data, serta perjalanan pelanggan yang telah terbentuk selama bertahun-tahun, saya menyadari bahwa proyek ini jauh lebih besar daripada sekadar menambahkan tombol "Login with Singpass" . Ini adalah tentang bagaimana membangun fondasi Digital Identity tanpa merusak pengalaman pengguna yang sudah ada. Mengenal Singpass Bagi pembaca di luar Singapura, mungkin muncul pertanyaan: Apa sebenarnya Singpass? Sing...